Peparpeda Jawa Tengah III tahun 2018

29-11-2018 11:32:19

IMG-20181129-WA0009

IMG-20181129-WA0014

IMG-20181129-WA0010

Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Tengah III tahun 2018 resmi dibuka Senin malam di Kompleks Asrama Haji Donohudan – Boyolali. Sebanyak empat cabang olahraga dipertandingkan di event dua tahunan ini.

Yakni bulu tangkis yang akan dimainkan di GOR Sinar Kasih Surakarta, kemudian renang dilangsungkan di kolam renang Tirtomoyo Manahan, tenis meja di Hartono Trade Center Sukoharjo dan atletik yang dipertandingkan di GOR Sriwedari Surakarta. Sebanyak 90 medali emas dari 90 nomor pada empat cabang olahraga tersebut diperebutkan oleh tak kurang dari 500 atlet pelajar penyandang disabilitas dari 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah.

Peparpeda 2018 ini adalah ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX tahun 2019 yang akan dilangsungkan di provinsi Papua. Peserta diharapkan mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya untuk meraih prestasi di event yang digeber hingga 29 November mendatang ini agar nantinya mendapatkan atlet terbaik, untuk memperkuat Jateng di Peparpenas mendatang.

Peparpeda dilaksanakan sebagai kegiatan pembinaan olahraga untuk pelajar difabel. Event ini akan jadi kegiatan rutin dua tahunan, sebagai wadah pembinaan olahraga atlet pelajar penyandang difabel. Peparpeda ini adalah Peparpeda ketiga yang kita laksanakan, setelah sebelumnya digelar 2014 dan 2016. Ini merupakan wadah bagi penyandang disabilitas untuk meraih prestasi dan menjukan bakatnya karena semua warga berhak untuk berprestasi, termasuk di bidang olahraga, dan juga mendapatkan perhatian yang sama dengan warga yang bukan penyandang disabilitas. Ajang Peperpeda ini bisa menjadi pijakan untuk para atlet agar kelak bisa menjadi atlet yang mengharumkan nama Indonesia di event internasional seperti Asian Paragames.

Pada perhelatan Peparpeda Jawa Tengah 2018 Kabupaten Pekalongan mendapatkan 3 emas, 3 perak dan 1 perunggu sehingga menempati posisi 8 dari 22 kota / kabupaten yang mengikuti ajang tersebut. Ini merupakan prestasi yang gemilang mengingat Kabupaten Pekalogan baru pertama kali mengikuti kegitan tersebut.